rokok dan persahabatan

Rokok lambang persahabatan

: pengusik kesadaran yang terpendam sekian lama

(sorry b’coz about tembakau..)



Rabu sore 19 November 2008 di centrum Groningen. Petang itu kita perlu nambah logistic demi mempertahankan daya survival kita. So, kita dapat slot waktu ke vismarket. Itu adalah central tempat perbelanjaan di Groningen yang antara lain terdiri dari pedagang kaki lima disamping juga pertokoan pada umumnya. But jangan dibayangkan kaki lima di sini sama denngan kaki lima di Indonesia. Beda banget. Komoditas sih hampir sama, barang jualan mereka mulai dari bahan makanan segar, baju, jaket, celana, bahkan sampai benang jahit. Tapi mereka menggunakan mobil gandengan untuk tempat dagangan mereka. Jadi gak ada kamus tuh trantib dan tibum mencak-mencak karena mereka (lagian disana juga gak ada dua jenis pekerjaan itu).

Setelah berbelanja untuk beberapa waktu, kami kembali ke centrum of Groningen. Centrum adalah sebuah tempat ditengah kota yang berfungsi sebagai titik hubungan transportasi darat yaitu kereta api dan bus. Stasiun dan terminal berada dalam satu tempat…so effective.

Hujan deras dan dingin yang bener-bener excelente, memancing rasa untuk menghisap tembakau. Indonesian taste : Dji Sam Soe, branded rokok yang luar biasa (iklan gratis nih) secara jujur mesti aku akui, patent banget ! Baik rasa maupun aroma yang sangat eksotis sekali. Nah, ini awal ceritanya. Karena di Holland ada aturan tidak boleh merokok di dalam ruangan, so kami para ahli hisab (red : sebutan bagi kami para penghisap tembakau) menyingkir keluar ruangan tentunya dengan mengalahkan rasa dingin yang mendera. Nekat, padahal suhu 00 C !

Setelah 5 menit kami berada diluar centrum, sembari menunggu bus yang menjemput kita, tiba-tiba ada orang bule yang lari mendekat ditengah guyuran hujan. I thought he was our bus driver yang jemput kita. But..ternyata bukan. Ketika sudah dekat, dia bilang (dengan bahasa Indonesia yang lancar) “ Pak, bolehkah saya minta rokok kretek anda, barang sebatang saja ?” Ups….kaget banget. Belum sempat kita jawab dia langsung nyerocos “saya sangat rindu dengan rokok kretek dari Indonesia, dan saya yakin kalo anda dari Indonesia, ya dari asap rokok yang saya hirup” wakakaka…

Cerita gak berhenti disitu saja, setelah dia aku kasih sebatang rokok, iseng aku tanya “ anda dulu tinggal dimana di Indonesia ?” dan dia jawab “Yogyakarta”. And than dia nglanjutin critanya kalo dia tinggal di Yogyakarta selama 2 tahun pada 8 tahun silam. Kebayang khan betapa termemorinya smelt tembakau di otak bawah sadar dia. Candu bener yak….

Kebetulan akupun berasal dari Yogyakarta, jadi cerita nyambung lagi. Ketika aku lanjutin dimana dia tinggal saat studi di kampus lamaku yaitu UGM, apa yang terjadi ? Olala……ternyata memang dunia seluas daun kelor !!! Habis bingung mo ngasih nama apalagi untuk jenis daun yang lebih kecil selain kelor, he…he…

Aku bener-bener terperanjat ketika dia menyebut sebuah nama tempat yang gak asing buatku. Why ? b’cos tempat itu adalah tempat tinggal orangtuaku. Setelah aku cecar lebih lanjut, ternyata…dia tinggal 2 rumah dari rumah orang tuaku dan kami kenal baik dengan keluarga tersebut. Wow…amazing sekali. Dia begitu terperanjat dan kaget, sembari dia bilang.. “the world is too small for hidden”. Wakakak…bisa aja dia tuh..

And than….walhasil yang tadinya aku sudah ngasih sebatang rokok, segera aku anulir dengan memberikan bonus tambahan ¾ batang yang tersisa dalam satu pack rokokku.. I hope 10 batang rokok bisa menjadi obat pelepas rindu setelah 8 tahun otak bawah sadarnya terusik oleh bau asap tembakau Indonesia.. Olala……candu oh candu.

2 responses to “rokok dan persahabatan

  1. saya teringat dosen saya Pak Joso saat kesal sambil menegur mahasiswa yang membuang puntung rokok di pot bunga. “Hey .. mas, jangan paksa tanaman merokok…!”

    • yoi…..ternyata Mr. Yoso selalu menggunakan kata-kata saktinya untuk menghardik mahasiswanya yg tergolong ahli hisab..sembari pegang tongkat dan berfilsafat.
      best regards for you Mr. Yoso

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s